Berbagi Energi untuk Indonesia

Berbagi Energi untuk Indonesia dari IMTE Polines



DALAM rangka memperingati hari bumi tanggal 22 April 2013, sekelompok mahasiswa dari Ikatan Mahasiswa Teknik Energi (IMTE) Politeknik Negeri Semarang menggelar aksi pada Minggu, 21 April 2013 di Kawasan Simpang Lima Semarang. Aksi terdiri dari long march, orasi, dan pembagian bibit pohon.
Aksi memperingati Hari Bumi 2013
Membagikan Bibit Pohon


Aksi tersebut bertajuk INERSIA, Berbagi Energi untuk Indonesia. Tujuan utamanya adalah mengkampanyekan gaya hidup hemat energi dan energi terbarukan yang ramah lingkungan.

Energi terbarukan memang belum menjadi sumber energi yang diutamakan di Indonesia. Kita masih mengandalkan energi fosil sebagai bahan bakar utama untuk berbagai keperluan, terutama untuk transportasi dan pembangkitan listrik.

Sekitar 80% lebih listrik yang kita gunakan disuplai oleh pembangkit listrik bertenaga bahan bakar fosil seperti batubara dan minyak bumi. Padahal bahan bakar fosil adalah sumber energi yang sangat tidak ramah lingkungan. Mulai dari proses penambangannya yang banyak merusak hutan hingga gas buangnya yang mengandung bermacam-macam polutan seperti karbon dioksida (CO2) dan sulfur dioksida (SO2).  CO2 merupakan salah satu gas rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global. Sedangkan SO2 adalah polutan yang sangat berbahaya bagi kesehatan dan merupakan gas penyebab hujan asam.

Bila kita bisa beralih ke sumber energi terbarukan seperti energi angin, matahari, dan air, pasti akan sangat menguntungkan baik secara ekonomi maupun ekologi. Indonesia sangat kaya akan energi-energi potensial yang dapat dimanfaatkan untuk membangkitkan energi listrik. Sumber-sumber seperti air, angin, matahari, dan panas bumi telah tersedia melimpah di indonesia, dapat dimanfaatkan secara gratis dan tak akan habis. Sayangnya, pemerintah seperti kurang serius dalam mengembangkan sumber-sumber energi terbarukan tersebut.

Alih-alih menggiatkan penelitian dan pengembangan energi terbarukan, pemerintah masih lebih suka membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbahan bakar batubara. Alasannya, permintaan akan listrik semakin hari semakin meningkat dan tak akan bisa tercukupi dengan energi terbarukan. Sebenarnya bila dikembangkan dengan baik, energi terbarukan bisa saja mencukupi kebutuhan listrik kita. Apalagi bila masyarakat semakin sadar untuk berhemat dengan menerapkan gaya hidup hemat energi.

Ajakan untuk menghemat Bahan Bakar Minyak (BBM)

Untuk itu kampanye tentang gaya hidup yang hemat energi dan penggunaan energi terbarukan perlu untuk digalakkan. Gaya hidup hemat energi yang paling mudah antara lain mematikan lampu saat tak digunakan, menggunakan transportasi publik ketika berpergian, tidak mengatur suhu pendingin ruangan terlalu rendah, dan masih banyak lagi.

Bila masyarakat turut membantu pemerintah dengan menekan angka kebutuhan listrik, bukan tak mungkin suatu saat nanti suplai energi listrik kita didukung oleh energi terbarukan yang murah dan ramah lingkungan.

Hari bumi kemarin sekaligus menjadi momen besar bagi kita untuk saling mengingatkan tentang pentingnya mengubah gaya hidup boros demi menjaga kelestarian bumi. Tentunya kampanye itu tak hanya dilakukan ketika hari bumi saja, melainkan pada kehidupan sehari-hari.

Kita semua pasti mencintai bumi. Tapi cinta saja belum cukup, kan? ;-)

0 comments:

Posting Komentar

 

My Tweeeeet