Ketika Idealismemu Terkunci

Kurang lebih 4 bulan sudah aku menjadi mahasiswa. Kenyataan yang kuhadapi ternyata sangat jauh berbeda dari apa yang kubayangkan dahulu ketika masih duduk di bangku SMA. Bayangan yang begitu penuh semangat dan idealisme seorang pemuda begitu menggebu di angan ketika masih berseragam putih abu-abu, membuatku begitu bersemangat menyelesaikan masa studi di SMA. Namun setelah tiba masanya, ternyata tak seperti yang ada di angan.

Kecewa, pasti ada. Yang paling besar dan menyakitkan adalah rasa kecewa pada diri sendiri. Kenapa pada diri sendiri? Karena menurutku, diri sendiri lah yang paling mampu mengendalikan keadaan. Apabila keadaan dirasa tak sesuai dengan yang kita harapkan, maka sebenarnya diri kita sendiri lah yang kurang bisa mengendalikan, mengkondisikan. Sangat menyedihkan saat kita tahu bahwa diri kita tak bisa mengendalikan keadaan kita sendiri.

Keadaan dan realita telah membungkamku. Mengunci segala idealisme dan memburamkan pandanganku. Sangat tertekan saat aku menyadari hal ini. Tertekan karena aku masih tak tahu apa yang harus aku perbuat untuk menyikapinya. Di sisi lain, aku menyadari aku mulai menikmati keadaan seperti itu, keadaan dimana diam sepertinya lebih baik. Diam dan tak berjuang, memperjuangkan apa yang seharusnya aku dan kawan2 mahasiswa lain perjuangkan: keadilan bagi rakyat, kelestarian lingkungan, perubahan di Indonesia, dan masih banyak lagi.

Tentu tak bisa berlama-lama aku biarkan keadaan seperti ini.

Tak boleh aku padamkan cita-cita untuk menjalankan peranku sebagai mahasiswa dengan sebaik-baiknya. Terlebih saat kusadari masa ku hanya 3 tahun, sudah kujalani 4 bulan. 4 bulan yang terasa begitu cepat, karena dalam waktu 4 bulan itu aku belum berbuat apa-apa dan hanya diam, tercengang akan dunia baruku.

Tak boleh kubiarkan semua ini menenggelamkan keberanianku. Keberanian untuk membuat perubahan yang berarti. Keberanian untuk menghapus segala bentuk ketidakadilan. Keberanian untuk menyerukan pendapat. Keberanian untuk mengatakan kebenaran. Keberanian untuk melawan segala bentuk penindasan. keberanian untuk mendaki puncak tertinggi dan menyelami dasar terdalam.

Untuk itu aku harus segera bangkit dari keterpurukan ini. Indonesia membutuhkanku, bumi membutuhkanku, membutuhkan kita semua. Semangat juang akan kucari penyulutnya, kujaga dan kupertahankan agar tak pernah padam. Maukah engkau membantuku, kawan?


0 comments:

Posting Komentar

 

My Tweeeeet