W.A.K.T.U.

Menggerogoti kita tanpa kita sadari.

Terkadang terasa menyakitkan ketika kita berhadapan dengannya.

Betapa relatifnya waktu.

Hanya ada dua pilihan untuk menghadapinya:

Membiarkannya, tak menghiraukannya, dan tahu-tahu kita mendapati diri kita terbunuh olehnya.

Atau menunggunya, mengamati dan memperhatikannya dengan seksama, sampai kita mati bosan.

Kalau aku bilang, waktu memang kejam.

Tak pandang bulu tak pandang usia, membantai semua yang dilewatinya.

Bahkan waktu lebih picik dari koruptor manapun.

Sadarkah kamu bahwa hidup ini tak adil?

Kita diharuskan bersaing dengan waktu.

Waktu bergerak dengan bebas, tanpa hambatan, tanpa harus merasa lelah.

Sedangkan kita?

Selalu saja terkejar olehnya, terinjak-injak saat kita lengah sedikit saja.

Tak bisa kita menyentuhnya, namun ia, dengan mudahnya, selalu mampu menjangkau kita.

Tak bisa kita melihatnya, atau tahu dimana ia bersembunyi,

Tetapi dengan mudahnya, ia selalu mengintai kita, siap menerkam saat kita lengah.

Hei waktu, tak tahukah kamu?

Benar2 kau berhasil menindasku.

Kesakitan aku dibuat olehmu.

Kepada siapa aku harus meminta obatnya?

Sial,kau!

-Maskam Undip, 13 Januari 2011-


0 comments:

Posting Komentar

 

My Tweeeeet